PLEASE WAIT
Thank you
for registering with us
OK
FORGOT PASSWORD
BACK
SIGNUP
  
Date of Birth
/
/
Upload Your Photo
Photo file maximum 2M
Browse
I agree with Terms & Condition
BACK
LOGIN
Forgot Your Password?
or login with
Don't have an Account?
SHARE THIS ARTICLE
Minimalkan Risiko Diabetes Dengan Aktif Bergerak - DIABETES & ME - SOYLUTION - HOME
DIABETES & ME
02 FEBRUARY 2017

Minimalkan Risiko Diabetes Dengan Aktif Bergerak

Dalam keluarga ada yang terkena diabetes dan kamu berada dalam risiko terkena penyakit ini? Berisiko diabetes tidak otomatis akan pasti mengalami penyakit ini. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari diri terkena diabetes mellitus tipe 2, antara lain dengan menjalani pola hidup sehat dan menjaga berat badan ideal.

Menjalani gaya hidup aktif dengan bergerak setiap hari tidak hanya mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, namun juga dapat membantu tidur lebih nyenyak, mengelola stres serta memperbaiki suasana hati.Ingatlah, melakukan perubahan kecil ke arah yang lebih baik akan menjadi awal yang baik.

Berapa banyak aktivitas yang perlu dilakukan setiap hari? Mulailah dengan 30 menit sehari latihan intensitas sedang setidaknya lima hari dalam seminggu. Intensitas sedang berarti bahwa pernapasan meningkat, namun masih bisa berbicara.

Sejumlah hal sederhana dapat dilakukan untuk memulai aktivitas fisik yang mendorong kita menjalani gaya hidup lebih aktif, antara lain:

1. Memarkir kendaraan di area yang lebih jauh sehingga punya kesempatan berjalan.

2. Memilih menggunakan tangga bukan eskalator atau lift.

3. Usahakan berjalan kaki saat janji temu dengan teman apabila lokasinya dekat.

4. Saat membawa binatang piaraan berjalan-jalan, berilah tambahan ekstra 5 menit berjalan kaki.

5. Gunakan pedometer untuk melacak langkah yang telah dilakukan. Ini sekaligus menantang kita untuk melakukan lebih di hari berikutnya.

Penting juga untuk melakukan beberapa kegiatan yang meningkatkan kekuatan otot  minimal dua hari dalam seminggu. Langkah ini tak harus dilakukan di pusat kebugaran: Lakukan kegiatan sehari-hari seperti berkebun atau membawa barang belanjaan.

Yang tak boleh dilupakan untuk memulai kebiasaan baik dalam upaya meminimalkan risiko terkena diabetes tipe 2 adalah dengan memahami apa yang sedang kita lakukan. Gunakan buku harian untuk mencatat apa yang dimakan dan aktivitas apa saja yang telah dilakukan selama seminggu.

Dengan mengisi jurnal, kita bisa melihat perubahan kecil untuk diet dan tingkat aktivitas yang akan membantu kita tetap sehat. Coba mulai sekarang ya.

Oh ya, selain melakukan aktivitas olahraga, imbangi juga dengan pola makan #CutCarbo ya. Mengapa mengurangi asupan karbohidrat penting, Karena kelebihan konsumsi karbo bisa memicu diabetes mellitus tipe 2.

Penjelasan singkatnya adalah: kelebihan konsumsi karbohidrat, pola makan yang tidak seimbang, jarang bergerak bisa mencetuskan obesitas yang menuntun pada terjadinya diabetes.

Agar karbohidrat kompleks dapat masuk ke dalam sel, harus dipecah menjadi gula sederhana yaitu glukosa darah. nah, apabila konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang berlebih, metabolisme karbohidrat dalam tubuh akan lebih berat. hal ini memicu diabetes melitus.

Konsumsi karbohidrat berlebihan dalam sekali makan menyebabkan tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang besar. Inilah yang membuat insulin mengubah karbohidrat yang masuk menjadi gula darah dalam jumlah yang besar pula. Dengan kapasitas dan kebutuhan tubuh yang terbatas, banyak dari gula dalam darah tersebut yang akhirnya tak terpakai, sehingga langsung tersimpan dalam bentuk sel lemak.

Karena alasan inilah, penting mengurangi asupan karbo dari sekarang. Mungkin ada yang takut, dengan mengurangi karbo membuat perut tidak kenyang. Hal ini bisa disiasati dengan memilih jenis karbohidrat yang tepat. Pilih karbohidrat yang mengandung serat tinggi, misalnya kacang kedelai dan kacang-kacangan, sayur, dan buah.

Agar tak merasa kelaparan saat #CutCarbo, konsumsilah camilan tinggi serat kira-kira dua jam sebelum makan. Konsumsi camilan tinggi serat ini bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan nafsu makan tidak berlebih saat mengonsumsi karbohidrat di waktu makan besar.

Penelitian menunjukkan, konsumsi SOYJOY 2 jam sebelum makan terbukti mengontrol nafsu makan dan mencegah kita mengonsumsi makanan berlebih saat jam makan utama tiba.

Yuk kita coba!

Tags:
TOPIC OF THE MONTH
19.06.2017
Strategi Olahraga Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar
14.06.2017
Ide Menu Buka Puasa & Sahur untuk Penyandang Diabetes!
05.06.2017
Aturan Puasa untuk Penderita Diabetes Melitus