Pagi itu, Rabu (10/3/2010) ada yang berbeda di Celebrity Fitness(Celfit), F.X. Sepuluh anak muda, 8 di antaranya cewek, berpakaian serba merah, menyerbu tempat itu. Melihat penampilannya, jelas mereka tidak sedang hendak nge-gym. Tentu saja, sebab mereka adalah 10 Finalis SOYJOY Healthylicious yang siap menghadapi kemunculan pertama mereka secara bersamaan di hadapan publik. Ya, mereka akan menggelar konferensi pers. Namun, sebelumnya mereka mendapatkan semacam briefing terlebih dahulu dari pihak SOYJOY.
Bertempat di Yoga Room, 10 Finalis tersebut menyimak penjelasan dari Brand Manager SOYJOY, Suhendar, mengenai program yang tengah mereka ikuti. Suasananya santai dan akrab, dan terlihat bahwa para finalis mengikuti briefing sambil sesekali meng-update Twitter mereka melalui BlackBerry atau HP masing-masing. Setelah itu, sekitar pukul 11.00, para finalis berpindah ke Sing yang terletak di lantai yang sama dan tak jauh dari Celfit, untuk diperkenalkan kepada para wartawan.
Tak kurang dari 100 wartawan hadir di acara itu dan antusias meliput konferensi pers mengenai online reality show pertama di Indonesia tersebut. Para finalis memperkenalkan diri satu per satu dan menjelaskan secara singkat resolusi sehat mereka.
“Saya ingin nurunin berat badan karena tahun ini saya mau nikah,” ujar finalis bernama Aria, seorang desainer dan pebisnis muda, satu dari dua finalis cowok, yang memang berpostur besar. Resolusi yang sama diungkapkan oleh Nasta. “Dulu pernah kurus, tapi lima tahun terakhir mengendut karena makannya berantakan. Jadi, resolusi saya memperbaiki pola makan agar langsing kembali,” kata Creative Assistent pada sebuah radio swasta di Jakarta yang suaranya sangat imut dan manja itu.
Kendati demikian, Suhendar dari SOYJOY menegaskan bahwa program SOYJOY Healthylicious semata-mata bukan untuk menambah atau mengurangi berat badan. “Kita lebih ingin memfasilitasi peserta untuk membuat pola hidup yang sehat,” ujar dia.
Primadika, finalis dari Surabaya, seolah mengkonfirmasi penjelasan Suhendar. Ketika ditanya resolusi sehatnya dia mengatakan ingin menurunkan kadar kolesterol dalam darahnya yang memang tergolong tinggi. “Selama ini sudah berusaha, tapi dengan ikut program ini saya berharap usaha itu bisa lebih maksimal,” kata staf kreatif di sebuah radio di Kota Pahlawan tersebut. Demikian pula dengan Wulan, resolusi sehatnya sama sekali tak terkait dengan urusan berat badan. “Saya pengen berhenti merokok” ujar Creative Director di sebuah grup penerbitan itu jujur.
Dalam kesempatan itu, sejumlah finalis membawa suporter sehingga suasana koferensi pers makin semarak oleh yel-yel dan tepuk tangan dukungan. Selain dihadiri kalangan wartawan, acara tersebut juga mendapat perhatian dari para praktisi dan profesional di bidang social media, yang menyempatkan diri untuk hadir.
Finalis SOYJOY Healthylicious Jadi Artis Sehari
Mana yang benar, olahraga dulu baru makan atau sebaliknya, makan dulu baru olahraga? Bagaimana kalau setelah olahraga lalu makan banyak, apakah itu sama juga bohong? Bagus nggak sih mengkonsumsi makanan atau minuman suplemen? Berapa lingkar pinggang yang ideal?
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka setelah 10 Finalis SOYJOY Healthylicious mengikuti kelas Profesor Doktor Made, pakar nutrisi dari UI yang diundang khusus oleh SOYJOY untuk memberi penjelasan mengenai seluk-beluk hidup sehat.
Acara itu berlangsung usai konferensi pers, di Yoga Room, Celfit F.X, Jakarta, Rabu (10/3/2010) pukul 14.00 WIB. Profesor Made memaparkan mengenai pola makan sehat hingga tips diet yang benar.
“Diet yang baik mesti diawali dengan niat dan sikap yang tegas dan dibarengi dengan hal-hal yang menunjang seperti memperhatikan frekwensi makan, ngemil sehat, sampai ke cara mengunyah makanan yang harus sampai lumat,” ujar dia.
Menurut Profesor Made, dalam urusan makan, anak muda kota kerap terjebak pada menu mewah. “Dulu waktu kuliah mungkin makannya sembarangan karena keterbatasan dana, sekarang setelah bekerja dengan gaji yang cukup, beli apa saja mampu,” kata Pak Made.
Pesan sederhana dari Profesor Made, makanlah buah sebanyak-banyaknya dan pastikan berasal dari warna-warna yang berbeda. “Makan buah itu tidak ada batasannya, tidak akan over dosis. Masih muda nggak perlu mengkonsumsi suplemen karena selain mahal, kalau tidak hati-hati bisa over dosis,” kata dia.
Setelah mendapat pencerahan mengenai nutrisi dan pola makan sehat, 10 Finalis meluncur ke Gedung Sarinah di Thamrin, tepatnya di studio Hard Rock FM untuk melakukan wawancara radio. “Siang konferensi pers, sore wawancara di radio, pokoknya sehari itu berasa artis deh kita,” ujar Aria, salah satu finalis.


